Tempat Nongkrong Bernuansa Heritage Favorit Para Pecinta Kopi

Jadi seorang social media officer ngebuat gue harus selalu update sama berita – berita terbaru seputar socmed. Kadang, pekerjaan ini ngebuat gue harus selalu online kapanpun dan dimanapun. Kalau weekend, gue biasanya selalu nenteng – nenteng laptop dan capcus ke store kopi favorit gue, Starbucks! Sudah kayak ritual mingguan wifi café kopi yang hits banget di Jakarta ini memfasilitasi laptop gue untuk buka email atau mikirin konsep baru untuk pekerjaan gue ke depannya. Dan Sabtu ini gue nemuin store Starbucks baru yang kayaknya bakal jadi tempat favorit gue, Starbucks Stasiun Kota.

Processed with VSCOcam

Daerah Kota yang familiar disebut Kota Tua adalah cagar budaya yang dilindungi negara. Bangunan yang ada di sekitar sini pun memang masih asli buatan Belanda. Nggak ketinggalan Stasiun Kota atau dikenal juga dengan nama Stasiun Beos. Store Starbucks yang ada di dalam Stasiun Kota pun unik banget. Gue suka dengan suasana heritage yang disajikan dan cozy. Kayaknya emang udah ciri khas dari Starbucks untuk selalu membuat customernya nyaman banget. Tapi gue yakin, kalian bakal betah sejam dua jam atau seharian di Starbucks Stasiun Kota. Nggak percaya? Nih gue kasih lihat foto – foto suasananya.

Processed with VSCOcam with f2 presetProcessed with VSCOcam with f2 preset

Sofa – sofa empuk sengaja ditaruh berjajar di bawah tembok bermural yang dibuat secara langsung di temboknya. Muralnya terdiri dari 4 cara membuat kopi ala Starbucks dan kopi apa saja yang ada di Starbucks.Kebetulan, gue berkesempatan buat ikutan coffee tasting. Ritual setiap hari yang dilakukan sama para pekerja di Starbucks ini seru abis. Gue mencoba meminum segelas kopi Sumatra dari Starbucks ditemani Cinnamon Cake. Satu kata, enyak! Rasa pahit dari kopi Sumatra berbaur dengan manisnya Cinnamon. Dan ternyata, Starbucks punya cara tersendiri untuk menikmati kopinya. Dengan 4 cara yg mereka sebut The Four Fundamentals of Brewing Starbucks Coffee, pembeli bisa merasakan enaknya dan harumnya kopi buatan barista Starbucks.

Processed with VSCOcam with f2 preset Processed with VSCOcam with f2 preset

Processed with VSCOcam with f2 preset

Ternyata Starbucks nggak macem – macem bikin store di Stasiun Kota, sambil menambah revenue, Starbucks juga memikirkan untuk membantu pemerintah membuat warga Jakarta datang ke Museum. Starbucks memberikan FREE TIKET museum setiap Kamisnya di berbagai store di Jakarta. Gue jadi pengen bawa keluarga main – main ke museum, liburan sambil belajar pengetahuan.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Suasana heritage di Starbucks Stasiun Kota ngebuat gue betah berlama – lama sambil duduk kece di sofa – sofa empuknya. Buat lo wajib dateng kesini sambil foto – foto dan nyobain naik kereta :P Happy weekend! :)

[REVIEW] Guardians Of The Galaxy, Ketika Super Hero Punya Masalah Sendiri

Nonton film di bioskop emang udah kayak hal wajib yang gue lakuin tiap weekend, apalagi kalau filmnya rame diomongin di social media atau media – media lainnya. Dan kali ini, bukan karena habis baca review atau sinopsisnya, tapi karena adik sepupu kesayangan gue mengajak nonton Guardian Of The Galaxy dan dia kekeuh harus nonton filmnya hari itu juga. Awalnya gue agak males – malesan karena seminggu terakhir ini gue nggak terlalu banyak denger review film ini. Seperti kebiasaan gue sebelum – sebelumnya, gue nggak akan baca sinopsis film yg akan gue tonton. Why? Karena gue nggak mau berekspektasi terlalu banyak. Gue membiasakan untuk membaca sinopsis setelah nonton supaya gue bisa mereview secara subjektif dari sudut pandang gue.
Siang itu gue dan adik sepupu akhirnya sepakat nonton di XXI Grand Mall Bekasi. Gue dating jam 11.30 dan ternyata bioskop baru buka jam 12.30 ya mau nggak mau menghabiskan waktu sambil main muter – muterin mall yg nggak terlalu gede itu.
Sebelum baca review gue, mending baca sinopsisnya dulu:
Setelah 26 tahun diadopsi oleh cahaya yang datang ke bumi, Peter Quill menemukan dirinya menjadi target utama oleh para pemburu manusia setelah menjelajahi planet incaran Ronan.

 

18b149286ca6f2920e017bd5d2ffcbf5

Review:
Kalau lo butuh film untuk refreshing otak alias nggak usah terlalu mikir, lo wajib nonton film ini! Keren! Dengan plot yang dibuat standar, penonton diajak berjelajah ke planet lain, planet Nova. Sasaran utama Peter Quill (diperankan oleh Chris Pratt) adalah sebuah orb yang mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Peter yang diperintahkan oleh ayah-angkatnya, Yondu Udonta (Michael Rooker), menemukan sebuah orb berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat kepingan berwarna ungu yang bisa member kekuatan bagi mereka yang memegangnya. Ternyata Peter tidak sendiri, ada Gamora (Soe Saldana) yang merupakan anak tiri Ronan yang juga diperintahkan untuk memburunya.
Film terasa lebih seru saat Rocket yang merupakan sebuah Rakun (disulihsuarakan oleh Bradley Cooper) dan sebatan pohon bernama Groot (disuarakan oleh Vin Diesel) juga berburu orb tersebut di planet Nova. Semenjak ada Groot, suasana film lebih hidup karena ternyata si Groot nggak bisa ngomong apa – apa selain ngomong “I’m Groot” hahahahha.
Seperti film – film superhero lainnya, Peter akhirnya bergabung dengan Gamora, Rocket serta Groot. Saat mereka ber-4 tertahan di penjara, mereka bertemu dengan Drax (Dave Bautista) yang ternyata ingin membalaskan dendamnya kepada Ronan (Lee Pace). Ternyata, Gamora pun punya dendam kesumat kepada keluarganya. Ternyata seorang Super Hero punya masalah yang bikin mereka jadi loser. Di film ini diceritakan bahwa masing – masing super hero punya masalah pribadi dan mereka mencoba membalaskan dendamnya masing – masing.

 

guardians-galaxy-big
Akhirnya dibantu Yondu Udonta (Michael Rooker), ke – 5 superhero (Peter, Ganora, Drax, Rocket dan Groot) menyerang Ronan, Nebula (Karen Gilan), dan pasukannya. Sedihnya, Groot mati dalam peperangan. Namun Rocket menanam batangnya di sebuah pot dan akhirnya baby Groot tumbuh berkat air mata kehilangan Rocket.
Film keluarga yang pas ditonton untuk remaja atau anak diatas 10 tahun ini bisa ngebuat weekend makin seru. Nonton ya guys!

Rate: 7/10

 

Pentingnya Gugatan Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi Demi Masa Depan Demokrasi RI

10553546_837972346234249_4181707354563190636_nsumber

Saya paham kenapa banyak orang yang mulai gerah dengan kabar gugatan dari tim Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi. Banyak diantaranya yang mulai tutup kuping dan melupakan begitu saja. Sisanya hanya bisa menghujat tanpa punya bukti, hanya mengandalkan ‘katanya’ saja. Lagi – lagi peran media menjadi penting disini. Saya sendiri lebih memilih menonton langsung sidangnya di tv daripada hanya membaca media. Dengan begitu saya punya bukti kuat untuk berargumen.

Sebelumnya, saya mencoba memposisikan diri sebagai pengamat netral. Tidak memihak siapapun sampai akhirnya saya mencari informasi, mendengar, mendatangi tempatnya langsung hingga akhirnya mengenal sosok Prabowo dan Hatta Rajasa. Sikap militer yang melekat erat dalam diri Prabowo membuat beberapa pihak dengan enaknya mencap beliau sebagai ‘tukang suruh’ dan ‘keras kepala’. Apalagi setelah beliau walk out dari hasil rekapitulasi KPU. Cap ‘nggak gentle’ kayaknya sudah mulai nempel di pribadinya. Tapi pernahkah kamu berfikir apa yang sebenarnya dilakukan Prabowo adalah caranya mencari keadilan?

Gugatan yang dilayangkannya menjadi titik awal kebangkitan demokrasi Indonesia. Seperti yang kita ketahui, PEMILU adalah contoh bahwa negara kita adalah negara yang demokrasi. Kalau pemilunya saja berjalan secara serampangan, lalu apa jadinya negara ini 5 tahun ke depan? Inilah yang menjadi dasar saya untuk kembali menulis politik. Karena selama 5 tahun ke depan kita akan dipimpin oleh pemimpin baru, dan dalam periode itu kekuasaan penuh akan diberikan kepada pemimpin yang dipercaya rakyat. Tapi gimana coba kalau ternyata pemimpinnya itu nggak becus dan banyak melakukan kecurangan yang nggak diketahui masyarakat?

Awalnya, saya percaya KPU akan melakukan tugasnya dengan amanah, jujur dan adil. Tapi nyatanya, rasa percaya saya lama kelamaan hilang saat KPU mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1446/KPU tertanggal 25 Juli 2014 yang ditjukan kepada ketua KPU Provinsi /KIP Aceh dan Ketua KPU/KIP Kabupaten/Kota seluruh Indonesia untuk membuka kotak suara pada tanggal 25 Juli untuk diambil formulir A5 dan C7 oleh KPU tanpa sepersetujuan MK. Namun Bawaslu yang digadang sebagai lembaga yang memback-up KPU pun tidak bertindak melawan atau menolak surat edaran KPU tersebut. Saya kaget, mungkinkah lembaga sekaliber KPU melakukan kejahatan pemilu? Kenyataannya seharusnya KPU meminta izin kepada MK untuk membuka kotak suara, bukan langsung membuat edaran 2 minggu sebelum sidang pertama. Kalau sudah begini isi kotak suaranya sudah tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi, kan? Padahal MK baru menyetujui pembukaan kotak suara pada tanggal 8 Agustus. Berarti KPU benar – benar melanggar ketentuan yang ada.

Selain tindakan merugikan yang dilakukan oleh KPU, ternyata ada bukti kecurangan yang telah dikumpulkan oleh tim Prabowo – Hatta. Sejumlah 55.485 TPS diindikasi melakukan kecurangan dan memunculkan 22.543.811 suara bermasalah. Hal ini lantas menjadi sesuatu yang sangat merugikan, dan tim Prabowo – Hatta pun tidak hanya asal bicara. Pihaknya menyiapkan bukti dokumen C1 di 52.000 TPS. Selain itu, diindikasikan adanya penggelembungan suara untuk 1.5 juta untuk pasangan calon nomer urut 2 dan 1.2 juta untuk nomer urut 1. Dan yang lebih membuat saya geleng – geleng kepala adalah bahwa 2.152 TPS bisa me-nol-persenkan nomer urut 1. Ini benar – benar nggak masuk akal. Padahal dalam setiap TPS tersebut pasti ada saksi dari kubu Prabowo – Hatta, lalu kemana larinya surat suara mereka?

Kenapa sih saya segitu sibuknya ngurusin Prabowo – Hatta? Bukan. Saya nggak peduli apakah nantinya MK mengabulkan gugatan pasangan calon yang identik dengan peci hitamnya ini, yang saya pedulikan adalah kejujuran yang sudah semakin menipis di tanah kelahiran saya ini. Tapi ada satu hal yang membuat saya ikut mengawasi proses gugatan di MK, karena gugatan tersebut sudah sesuai dengan konstitusi yang ada. Saya yakin apabila kubu sebelah kalah, maka mereka juga akan mengambil jalur yang saat ini sedang dilalui kubu nomer 1. Justru gugatan ini bukan untuk mengacaukan pemilu damai, melainkan untuk meluruskan proses sakral yang sarat kecurangan. Kalau kamu mau ikutan bantu MK untuk bersikap adil dan jujur serta mau bantu Indonesia supaya demokrasinya lebih matang, kamu bisa klik http://majumerahputih.com dan http://kawaldemokrasi.com sekarang juga!

Gugatan ini menjadi hal yang penting bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh warga negara Indonesia dan untuk anak cucu kita kelak. Biar warga negara ini paham apa itu demokrasi, apa itu kejujuran dan keadilan dalam berpolitik. Jadi menurut saya, sekarang bukan waktunya kita menutup mata dan telinga, tapi membukanya dengan hati. Mencerna berita dengan akal sehat dan melihat fakta, bukan menelan mentah – mentah gosip murahan. Dan mari saling menyingsingkan tangan membantu mengawasi setiap langkah sistem demokrasi di Indonesia.

Semoga negeri ini kembali bangkit dengan demokrasi yang lebih baik. Dear MK, kami menunggu keputusanmu. Jangan galau dalam mengambil keputusan, kami percaya bahwa para hakim MK adalah hakim pilihan yang patuh dengan sumpah dan tidak silau dengan kecurangan. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita semua….

[Review] Transformers: Age Of Extinction, saat ‘benih’ diperebutkan si jahat dan si baik

transformers_age_of_extinction_grimlock-optimus-poster2-610x892

Di tahun 2014 banyak sekuel film wajib tonton tayang di bioskop, Transformers salah satunya. Gue akui, gue sangat suka dengan film animasi yang bercerita tentang Deceticon melawan Autobots ini. Dari sekuel pertamanya, gue jatuh cinta dengan sosok Sam, Bumble bee dan Optimus Prime. Saking cintanya, gue pastikan selalu nonton premiere sekuel nya di bioskop. Ngomong – ngomong soal sekuel, Transformers kembali hadir memuaskan rasa kangen para pecintanya dengan film terbarunya bertajuk Transformers: Age Of Extinction. Dan gue akhirnya berhasil nonton film ini pas malam takbiran kemarin. Telat banget sih emang, ini karena kerjaan gue yang makin agak banyak, tapi karena gue ngefans banget sama film ini akhirnya gue nemuin momen yang pas buat nonton.

Awalnya gue sengaja nggak baca sinopsis nya dan udah PD bahwa gue bakal nemuin Sam atau siapapun orang – orang yang gue kenal di film ini. Ternyata gue salah, no more Sam Witwicky! Yup, ternyata kehadiran Sam diganti dengan Cage Yeager yang diperankan oleh Mark Wahlberg . Awalnya agak sedikit kecewa karena gue berharap bisa ngeliat muka Shia Labeouf . Tapi semua kecewa langsung dibayar dengan keseruan yang dimulai dari awal hingga akhir. Cage yang seorang single parent dan juga si pengumpul barang bekas. Dan tanpa nggak sengaja Cage jatuh cinta sama sebuah truk tua yang ternyata adalah Optimus Prime. Kejadian demi kejadian menegangkan dan mengancam jiwa Cage dan Tessa (diperankan oleh Nicola Peltz) putri tunggalnya langsung bermunculan satu demi satu. Para agen CIA masih menganggap Optimus Prime dan kawan – kawannya adalah bagian dari Decepticon yang membahayakan bumi. Filmnya semakin seru saat hadirnya Joshua Joyce (Stanley Tucci) si pemilik perusahaan KSI yang berniat menduplikasi para Autobots ke versi modern. Sayangnya Joshua salah memilih objek sehingga yang ia duplikasikan ternyata adalah para Decepticon yang mempunyai misi untuk menghancurkan bumi.

Transformers-4-Age-of-Extinction-Optimus-Prime-Poster

Film karya sutradara Michael Bay ini sebenarnya ditujukan untuk remaja. Cuma kemarin gue nonton dengan dikelilingi para anak – anak yang mendewakan Optimus Prime. Nggak heran di sekuel kali ini semakin banyak adegan action para Autobots yang berusaha melawan Decepticon yang ingin memiliki benih untuk menghancurkan bumi. Kali ini Optimus Prime tak hanya dibantu oleh para Autobots, tapi juga dibantu oleh para Decepticon yang berhasil diajaknya bekerjasama dan juga dibantu oleh Cage yang berusaha mati – matian sekuat tenaga untuk melawan Galvatron, si Decepticon buatan KSI.

Transformers-Age-of-Extinction-Desktop-Images

Di akhir film kita disuguhkan pertanyaan besar, “Apakah Optimus Prime berhasil melawan Decepticon?” Gue rasa jawabannya ada di film selanjutnya. Nggak sabar nunggunya! Film ini bisa masuk ke list wajib nonton loh. Jadi, sempetin buat nonton filmnya ya!

Rate: 7/10

Godaan Puasa Nggak Cuma Nahan Lapar Dan Haus, Tapi….

 Yang-Paling-Ditunggu-Pas-Bulan-Puasa1sumber

Akhirnya, setelah menstruasi yang dateng tanpa permisi di awal ramadhan, 3 hari lalu gue mulai berpuasa. Dan ternyata puasa yang emang wajib bagi umat muslim ini agak sedikit sulit gue lakuin. Karena penyesuaian perut buncit yang kadang nggak tahu diri dan terlalu kenal jam. Nggak tahu dirinya karena suka bunyi krocok… krocok… tanpa permisi, bahkan perut gue pernah konser waktu gue meeting sama klien dari luar negeri. Alhasil gue pura – pura ngoceh dengan suara yang agak digede – gedein biar doi nggak curiga. Perut gue emang terlalu kenal jam, padahal gue nggak pernah ngeliat perut gue kenalan sama jam, kan jam dipakenya di tangan. Aneh. Setiap jam 12 siang, perut gue langsung perih nggak karuan. Kalo dia bisa ngomong, gue rasa perut gue teriak – teriak dan memelas ngadu ke orang – orang kalo gue menelantarkan dia.

Demi puasa yang emang hukumnya wajib, gue harus tahan godaan. Nggak Cuma iman, mata juga mesti dijaga. Soalnya ini tahun pertama gue puasa di kantor yang baru, yang jelas – jelas 2 jam perjalanan dari rumah T_T tapi gue mesti semangat demi mengejar THR yang cair sore ini. *Jingkrak*

Ngomong – ngomong soal godaan, pas puasa kita nggak cuma nahan lapar dan haus aja, tapi juga nahan hal – hal negatif dan ngegantinya dengan yang positif alias berburu pahala selagi bisa. Nah selama puasa, ada 2 macam godaan yang tanpa lo sadarin bakal ada selama lo menjalankan ibadah wajib bagi umat muslim ini.

Tata Cara Berpuasasumber

Yang pertama, godaan dari dalam diri, alias godaan dari elo-nya sendiri.

Godaan buat nggak minum air dingin di kulkas yang anginnya bikin ngantuk kalo pintunya dibuka. Serius deh, gue pernah hampir batal gara – gara mandang deretan botol minuman yang mulai berembun di pintu kulkas. Ngebayanginnya aja udah ngiler, tapi akhirnya gue sadar itu dosa. Gue sedih, perut gue krucuk – krucuk lagi. Kalo gue nggak kuat iman, pasti gue dengan muka tanpa dosa langsung ngambil botolnya dan menumpahkan air segar itu ke mulut gue. Tapi rupanya sisi baiknya gue masih sayang dan nahan gue untuk melakukan hal – hal yang tidak kita inginkan. #Lah -_- Oke skip godaan yang ini karena kayaknya cuma gue yang ngalamin.

Godaan buat pura – pura nggak puasa. Ceritanya, gue punya temen. Sebut saja namanya Karen (karena dia cewek, mungkin kalau dia cowok namanya Karel :p), pas gue ketemu dia di toilet, dia mukanya seger banget. Gue ajak shalat (ceilah gue anak alim banget yak) dia ngegeleng, oke gue pikir dia lagi M. Seminggu kemudian, giliran gue dapet tamu bulanan. Karena ruangan gue ada pintunya, gue makan siang di ruangan gue, lalu dia dateng ke ruangan gue dan ngajak makan bareng. Gue agak sedikit aneh, ini cewek beneran M atau pendarahan? -_- lazimnya cewek, masa M itu antara 3 – 10 hari. Okelah gue masih husnudzon, dan saat gue M yang ke 5 harinya, ini Karen masih ngajak makan siang di luar. Karena sifat kepo gue yang nggak bisa gue hindari, gue nyeplos aja. “Lo masih M, Ren?” dia manggut. “Lama banget M nya?” gue makin penasaran. Dia cengengesan, gue makin kepo. “M nya Males ya artinya?” Terus dia nyengir “Ya abis, gue laper heheheh.” Dan jadilah gue mamah Dedeh wanna be nasehatin dia ini itu. Satu hal yang gue inget adalah ayat di bawah ini:

firman-allah-wajib-puasaSumber

Menurut gue, sayang banget lho kita ngelewatin puasa di bulan penuh berkah. Kan lumayan bisa melatih hawa nafsu sekalian ngerasain penderitaan temen – temen kita yang kurang mampu :”)

Godaan buat nggak sebel sama orang lain. Kadang gimana ya, sebaik – baiknya orang pasti ada saatnya kesel nya udah keubun – ubun dan bawaannya udah ilfeel sama orang itu.

Godaan buat nggak emosi. Dan entah kenapa pacar seolah – olah diciptain buat ngelatih rasa sabar. Setiap puasa, kayaknya pacar gue langsung berubah nyebelin dan ngeselin. Rasanya gue pengen makan dia pas buka puasa.

Godaan buat nggak ngegebet pacar orang. Skip aja ya.

Selain dari dalam diri, godaan yang kedua adalah godaan dari luar diri a.k.a godaan dari lingkungan dan sekitar lo.

Godaan buat nggak ngegosip. Jujur aja, nggak Cuma cewek tapi cowok juga hobi ngegosipin orang. Ngegosipin para suporter piala dunia 2014 yang seksi dan bohay – bohay lagi jadi tren di kantor gue. Apa lo juga gitu?

Godaan buat bohong. Kadang lo kesiangan berangkat kerja karena dari abis sahur terus lo ketiduran dan bangun – bangun udah jam 9 pagi. Terus pas sampe kantor lo boong sama bos lo dengan alesan macet parah atau kesiangan dan nggak sahur biar bos lo simpatik dan nggak jadi ngomel, kan? Godaan bohong kayak gini emang berasal dari luar diri lo karena lo kepepet dan takut THR lo nggak turun. Sabar, you never walk alone karena gue pernah ngelakuin. Hahahahahha

Godaan nyuri – nyuri waktu kerja buat ikutan NgaBLOGburit. SKIP……

3

Godaan iklan sirup marjan. Dari umur gue 10 tahunan yang mulai rutin puasa ramadhan, godaan terbesar gue adalah iklan sirup marjan. Bayangin aja ya, itu sirup dicampur pake buah segar dan warnanya kalo nggak merah ya ijo, ajib ngiler banget. Dan biasanya iklannya jadi petunjuk waktu buka karena ditayangin pas banget sebelum adzan maghrib.

Nah itu diatas adalah godaan – godaan selama bulan puasa yang gue alamin, gimana sama lo?

 

 

Curhatan Anak Bangsa Untuk Pak Prabowo Dan Pak Hatta

Kepada yang terhormat, calon presiden Bapak Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Bapak Hatta Rajasa,
Assalamualaikum,
Sebelumnya saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi bapak berdua dan keluarga, dan juga untuk seluruh rakyat Indonesia yang melaksanakannya. Pertama – tama perkenalkan, nama saya Kartika Putri, saya adalah salah satu anak bangsa yang lahir 21 tahun lalu di Jakarta. Dan sebuah kebanggaan yang luar biasa saat mengetahui ulang tahun saya bertepatan dengan peringatan hari proklamasi Indonesia, ya ulang tahun saya tanggal 17 Agustus. Saya hanya satu dari sekian anak bangsa yang punya harapan besar kepada bapak berdua.
Bapak Prabowo dan Bapak Hatta yang saya kagumi, saya ingin berterima kasih kepada kalian berdua, karena dalam ajang pemilihan presiden tahun 2014 ini saya belajar banyak dari kalian. Belajar bagaimana cara memiliki kesabaran ekstra, ketabahan hati dan kekuatan iman menghadapi segala kampanye hitam dan negatif yang menimpa kalian berdua. Saya salut dengan kerendahan hati kalian berdua yang masih tetap tersenyum dan menghormati pihak lawan sekalipun banyak hal – hal negatif yang disebarkan lawan terhadap kalian. Saya bangga memiliki calon presiden dan wakilnya yang memiliki hati mulia. Semoga Allah swt selalu memberikan kekuatan iman, ketabahan hati dan sikap rendah hati yang selalu membuat bapak berdua dalam keadaan bahagia selalu, aamiin.
Bersamaan dengan tulisan ini, saya ingin mengutarakan aspirasi saya dalam berbagai aspek yang ada di kehidupan bernegara di Indonesia. Mungkin aspirasi saya mewakili puluhan atau ribuan bahkan jutaan orang di luar sana yang memiliki perasaan yang sama seperti saya.
Aspirasi di bidang Kesehatan,
Bapak Prabowo dan Bapak Hatta yang saya hormati, 21 tahun saya tidak selalu berjalan normal. Ada masa dimana saya harus menyerah pada kesehatan dan akhirnya terpaksa harus merelakan tubuh saya diinfus selama seminggu. Tepat 5 tahun lalu, saat saya kelas 2 SMK, saya menderita demam berdarah dan saat itu dokter memvonis bahwa saya sudah kritis. Sehingga tengah malam kedua orang tua saya langsung membawa saya ke sebuah rumah sakit TNI Angkatan Darat di sekitar Jakarta Pusat. Jam menunjukkan pukul 2 pagi, saya memasuki ruang UGD. Suster mengambil darah dan setelah keluar hasil dari lab saya harus dirawat. Saya bukan orang berada, hanya seorang cucu pensiunan TNI AD berpangkat kopral. Alhamdulillah, saat itu pihak rumah sakit menggratiskan biaya inap saya, dengan syarat saya di rawat di kelas 3. Rawat inap di kelas 3 lumayan baik, masih terdapat kipas angin dan diisi kurang lebih 15 pasien pria wanita dan dari berbagai macam penyakit. Saya rasanya ingin cepat sembuh, bukan apa – apa, di ruangan tersebut ada 1 tempat tidur yang berganti – ganti diisi pasien berpenyakit parah, bahkan sudah 2 orang meninggal yang tidur di tempat itu. Itu ketakutan terbesar saya saat di rawat.

rawat-inap-penuh-jokowi-anggap-itu-kerikil-kerikil-kecilsumber

Belajar dari pengalaman saya, saya ingin mengajukan aspirasi sebagai berikut, bolehkah pasien berpenyakit berat dipisahkan dengan pasien berpenyakit ringan sampai sedang? Saya hanya mengandai – andai, seandainya fasilitas rumah sakit ditingkatkan pasti tidak akan ada kasus pasien sekarat digabung dengan pasien tifus. Menurut saya, hal itu mempengaruhi proses penyembuhan pasien karena psikis dari masing – masing pasien terganggu. Pasien yang sakit parah seharusnya dimasukkan ke ruangan khusus dengan keadaan yang tenang dan tidak banyak orang lalu lalang. Begitu pula dengan pasien yang menderita penyakit ringan dan sedang, mereka juga tidak leluasa beraktifitas atau mungkin bercengkrama dengan para sanak saudara yang menjenguk karena merasa tidak enak kepada pasien gawat. Semoga saat bapak terpilih menjadi RI 1 dan RI 2, bapak bisa mengevaluasi lagi peraturan – peraturan rumah sakit di Indonesia yang memberatkan pasien. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kalaupun sakit, rumah sakitnya memiliki fasilitas lengkap sehingga kita tak perlu jauh – jauh berobat ke luar negeri.
Selain itu, saya sepenuhnya berterima kasih kepada pemerintahan saat ini, berkat BPJS saya tak takut berobat ke rumah sakit. Karena biaya yang dibebankan perbulan mempermudah dalam proses administrasi rumah sakit. Semoga bapak Prabowo dan bapak Hatta bisa mempertahankan dan meningkatkan kinerja dan pelayanan pegawai rumah sakit, puskesmas, posyandu dan sebagainya beriringan dengan meningkatnya pelayanan yang diberikan dengan menggunakan kartu BPJS.
Aspirasi dibidang Pendidikan,
Sekarang sudah beredar KJP alias Kartu Jakarta Pintar yang merupakan program Bapak Jokowi dan Bapak Ahok, adik saya yang berdomisili di Jakarta Utara dan saat ini merupakan siswa kelas 2 SMK Negeri pun mendapatkannya. Dalam 3 bulan sekali, adik saya mendapat uang 300rb berkat kartu tersebut. Saya berterima kasih kepada gubernur yang saya hormati yang sekarang pun turut mengajukan diri sebagai calon presiden Bapak Joko Widodo dan wakit gubernur yang benar – benar saya acungi jempol berkat kegigihannya mengemban tugas sebagai gubernur pelaksana karena ditinggal sang gubernur, Bapak Basuki Tjahya Purnama.
Aspirasi saya untuk Bapak Prabowo dan Bapak Hatta, kenapa kita harus membuat KJP kalau bisa menggratiskan biaya masuk, biaya beli baju (biasanya untuk beli baju batik dan baju olahraga bercap lambang dan nama sekolah) dan biaya pinjam buku. Saya akui, kita tidak akan bisa menggratiskan 100% karena guru dan petugas sekolah pun butuh digaji, tapi apa salahnya dibuat pelayanan seperti BPJS yang berupa iuran ringan per bulan untuk meringankan biaya sekolah? Misalnya, orang tua murid wajib membuat kartu DIS (Dana Iuran Sekolah (karangan saya )) di rata – rata dengan jumlah lama sang anak bersekolah. Misalnya dalam sebulan iurannya 20rb yang akan terus dibayar selama sang anak sekolah. Dana tersebut dialokasikan untuk bayar gedung, beli baju seragam dan uang pinjam buku (karena kalau beli pasti membutuhkan uang yang sangat banyak).

09siswa-sdsumber

Jadi sama hal nya seperti BJPS, sang orang tua seperti menabung di DIS yang setiap bulannya ditransfer atau disetor di bank yang telah ditunjuk. Hal ini bisa dilakukan untuk menutup atau mengurangi tingkat kecurangan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab karena uangnya langsung masuk ke rekening pemerintah tanpa melalui perantara. Dengan begitu, orang tua murid pasti akan merasa sedikit lebih lega karena sudah memiliki tabungan sendiri untuk anaknya.
Aspirasi dibidang Transportasi,
Bapak Prabowo dan Bapak Hatta yang saya idolakan, setiap harinya saya harus naik angkutan umum untuk berangkat dan pulang kerja. Rumah saya di Jakarta Timur dan kantor saya di Jakarta Selatan, jadi setiap hari saya menghabiskan kurang lebih 6 jam perjalanan yang dibagi 2 untuk lama perjalanan berangkat kantor dan pulang. Saya hanya ingin adakan sosialisasi atau pelatihan untuk semua supir, kernet, petugas Transjakarta (baik supir, penjaga pintu dan kasir) serta para petugas pengamanan di sekitar terminal tentang caranya melakukan pelayanan. Ini yang sangat saya sayangkan, para pengemudi kendaraan umum seperti hanya berpatokan pada uang, kejar setoran dan lain sebagainya tanpa pernah memikirkan keselamatan para penumpang. Kami para penumpang (yang diwakilkan oleh saya) merasa serba salah, kalau kami tak naik angkutan umum kami sama saja menambah kemacetan, tapi saat kami naik angkutan umum kami tak mendapatkan fasilitas yang sepadan dengan apa yang kami bayar. Pernahkah bapak naik bus TJ (TransJakarta) jurusan Pulogadung – Harmoni atau Pulogadung – Kalideres?Atau bus TJ berwarna abu – abu jurusan Pulogadung – Dukuh atas / Dukuh atas – Ragunan ?

239891_bus-baru-transjakarta-bermasalah_663_382sumber

Keselamatan para penumpang bukan hanya dari perilaku supir saat mengendalikan laju bis, tapi juga dengan fasilitas yang ada di dalam bisnya. Di koridor yang saya sebutkan di atas, kondisi bis nya bisa dikatakan jauh dari seharusnya. Pintu bis yang berdecit kencang saat terbuka atau tertutup, tiang – tiang penyangga di dalam bis yang kehilangan mur nya, dan kurangnya tali pegangan membuat kami para penumpang kebingungan. Setiap jam kerja kami harus berhimpitan, saling injak – injakkan dan dorong – dorongan demi bisa masuk ke dalam bis dan segera pulang bertemu keluarga tersayang di rumah. Kami harus rela berpegangan seadanya, saat supir mengerem mendadak kami harus siap jatuh, tangan terpelintir atau badan yang terdorong kesana kemari. Belum lagi kami harus rela mendengar suara petugas pintu yang tak ramah, terkesan semaunya sendiri tanpa menyadari bahwa kami para penumpang adalah raja. Walaupun kami sadar, kami tak boleh manja di dalam angkutan umum tapi apa salahnya kami diperlakukan hormat oleh para petugas? Tak ada sapaan, justru teriakan kalau bis sudah penuh dan sikap acuh saat ada penumpang yang bertanya arah. Apakah tak ada rasa empati kepada kami para penumpang yang sudah mengeluarkan uang untuk membeli karcis dan uangnya untuk gaji kalian? Saya berdoa dan berharap, saat Bapak Prabowo dan Bapak Hatta maju sebagai pemenang, bapak berdua bisa memberikan oase dari kegalauan kami. Bapak berdua semoga bisa memperbaiki fasilitas transportasi yang sudah bobrok. Aamiin.
Aspirasi dibidang Kesejahteraan,
Bapak Prabowo dan Bapak Hatta yang saya sayangi, saya setuju dan percaya pada visi bapak untuk menerapkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Saya percaya, dengan begitu tak ada lagi jarak jauh antara si kaya dan si miskin.

REVOLUSI PUTIH

Saya percaya dengan #GerakanRevolusiPutih bapak berdua mampu meningkatkan gizi anak – anak bangsa yang nantinya akan menjadi penerus bapak berdua. Terima kasih telah memberikan kami harapan untuk hidup layak dan memberikan anak – anak kami tambahan gizi yang sangat bermanfaat untuk masa depannya. Semoga saat bapak terpilih, bapak selalu ingat janji – janji bapak untuk pro rakyat. Saya hanya menitip satu pesan, sejahterakan mereka yang berjuang sampai titik darah penghabisan, guru, pejuang veteran, dan mereka yang masih mau berusaha walaupun tubuh mereka kadang sudah tak mampu, para pedagang asongan, pedagang pinggir jalan dan mereka yang mencoba untuk tetap mencari penghasilan halal meskipun hanya seperak dua perak. Semoga bapak berdua selalu diberi kesehatan untuk mewujudkan mimpi para rakyat, aamiin.
Sekian aspirasi serta harapan saya, sederhana mungkin tapi saya berdoa semoga suatu saat terwujud. Semoga pula diwujudkannya oleh Bapak Prabowo dan Bapak Hatta.
Salam hormat, salam damai dan semoga suatu saat kita bisa bertemu ya, Pak!

Jakarta, 8 Juli 2014
Kartika Putri,
Karyawati Swasta

From Borneo To Bloomberg, Berani Bermimpi Dengan 13 Prinsip Kesuksesan Hidup Ala Iwan Sunito

“Dare to dream and most importantly, dream big.” Begitulah bunyi quote dari seorang pengusaha sukses asal Indonesia bernama Iwan Sunito. Kita memang harus berani bermimpi agar bisa sukses menjadi apa yang kita cita-citakan. Ya, Iwan Sunito adalah CEO sekaligus Co-Founder Crown Group, perusahaan properti yang sukses menjual ratusan unit apartment di Australia yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia, tepatnya di Surabaya dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan_Book_sittingonwharf

Siapa sangka ternyata Iwan Sunito pernah mengalami masa – masa sulit saat tinggal di Indonesia? Iwan Sunito lahir di Surabaya dan tumbuh remaja selama 12 tahun di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dengan segala kesederhanaan hidupnya, Iwan belajar hidup disiplin, menghargai hidup dan tak kenal lelah dalam berusaha. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya di Surabaya. Dan saat berumur 18 tahun, ayahnya mengirimnya untuk bersekolah di Sydney, Australia. Kepindahannya ini menjadi hal yang sangat menantang baginya karena selama bersekolah di Indonesia, ia adalah salah satu murid yang tak memiliki prestasi yang menonjol, bahkan bisa dikatakan ia termasuk anak yang bandel.

Iwan_Book_Image_5_BoatTrip_ArutRiver

Iwan Sunito kemudian belajar desain arsitektur di Universitas New South Wales dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan serta kemudian melanjutkan gelar masternya. Ia memulai kariernya sebagai karyawan arsitek untuk Cox Richardson Arsitek, sebuah firma yang cukup besar di Australia. Lalu kemudian ia berfikir untuk menjalankan usahanya sendiri akan jauh lebih baik dibanding bekerja sebagai karyawan. Dan akhirnya di tahun 1996 bersama dengan Paul Sathio, rekan bisnisnya, ia mendirikan Crown Group tepat empat tahun setelah kelulusan kuliahnya. Crown Group berhasil mengumpulkan momentum dengan rentetan proyek – proyek sukses di tahun – tahun berikutnya.
Iwan Sunito adalah orang kelahiran Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan Ernts & Young Entrepreneur of the year Award di Australia. Ia juga aktif dalam pembinaan anak – anak muda dan seorang pembicara internasional dalam dunia bisnis baik di Sydney maupun di Indonesia.
Di tahun 2014 ini, Iwan Sunito bersama – sama dengan Gramedia meluncurkan buku pertama yang berisi tentang 13 prinsip kesuksesan hidup dan kutipan – kutipan bernakna yang merubah hidupnya ini telah menuai sukses ketika pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada bulan Mei lalu.
From Borneo to Bloomberg Book Cover
“From Borneo to Bloomberg” adalah cerita tentang keuletan dan kesuksesan. Sebuah kisah perjalanan seorang anak manusia bernama Iwan Sunito yang harid di Surabaya dan menghabiskan masa kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan berharap siapapun yang membaca bukunya akan mendapatkan inspirasi dan menjadikannya acuan dalam menjalani hidup.

Books Image

Penasaran apa saja prinsip kesuksesan hidup Iwan Sunito? “From Borneo to Bloomberg” akan diluncurkan serentak di seluruh Gramedia di Indonesia tanggal 28 Juni 2014.