[REVIEW] We Are The Millers, Serunya Punya Keluarga Dadakan!

Posted on

were-the-millers2Sinopsis

A veteran pot dealer creates a fake family as part of his plan to move a huge shipment of weed into the U.S. from Mexico.

Seorang pengedar narkoba menciptakan sebuah keluarga palsu sebagai bagian dari rencananya memindahkan ganja ke U.S dari Meksiko

Review

Film yang rilis bulan Agustus tahun 2013 ini menjadi temen gue di weekend lalu. Sebenernya gue udah nonton berulang kali filmnya dan nggak pernah bosen! Film komedi keluarga yang berbau hal – hal dewasa ini menceritakan tentang David (Jason Sudeikis), pengedar ganja terkenal di kotanya, harus mencari ide bagaimana mengembalikan uang puluhan ribu dollar ke bosnya. Sebagai gantinya, si bos meminta David untuk menjadi kurir pengganti mengambil sedikit ganja di Mexico dan harus berpura – pura menjadi orang suruhan Pablo Chacon. Saat kebingungan mencari ide, Kenny, tetangganya, memberikan masukan bahwa David harus menyamar. Dan ide itu muncul, David ingin menyamar sebagai turis di Mexico.

we-re-the-millers05

David mengajak Sarah (Jennifer Aniston) untuk berpura – pura menjadi istrinya dan Casey, seorang gadis tunawisma, untuk menjadi putrinya. Jadilah mereka sebagai The Millers alias keluarga Miller. Awalnya semua berjalan lancar. Saat RV yang mereka tumpangi masuk ke Mexico dan bertemu dengan bos ganja disana lalu mereka berhasil membawa ganja yang ternyata memenuhi RV mereka. Selanjutnya, keluarga konyol ini harus bersusah payah menyelundupkan ganja dan menghindari kejaran Pablo Chacon.

6-were-the-millers-quotes

Film ini gue rekomendasiin buat lo yang udah 17++ dan butuh film yang nggak mengharuskan elo mikir macem – macem. Cukup nonton dan ketawa ngakak atau deg – degan sendiri selama film diputar. Buat yang belum nemu DVD-nya, elo bisa bayangin sedikit gimana serunya saat pengedar ganja menjadi ayah dan beristri seorang penari striptis dan beranakan seorang cowok remaja yang belum pernah ciuman dan seorang gadis tunawisma yang menjadi bungsu digabungkan menjadi satu! Kalau udah nonton, kabarin gue ya!

Rate: 7/10

[REVIEW] Annabelle (The Conjuring) 2014, Antara Ekspektasi Dan Kenyataan

Posted on

Bagi beberapa orang, termasuk gue, mendengar nama Annabelle udah langsung mikir ke boneka yang ada di film The Conjuring. Awalnya, gue emang nggak kenal sama boneka kayu berwujud gadis berambut kepang dua ini. Semuanya berkat The Conjuring, film horor yang berhasil bikin gue nggak berani ngeliat ke luar kamar kalau pintu kamar gue tiba – tiba kebuka sendiri pas malem – malem. Walaupun gue tau, pintu itu kedorong angin, tapi tetep aja gue parno sendiri.

Mungkin bukan gue doang yang parno semenjak nonton The Conjuring. Jujur deh, pasti ada diantara kalian yang parno sama hal – hal yang bikin kaget setelah nonton film yang disebut – sebut sebagai film horor teroke sepanjang masa. Dan hati gue seolah bilang ‘Hip Hip Hurray!’ saat pertama kali gue denger kalau Annabelle mau dibuatin film sendiri. Ekspektasi gue langsung tinggi, gue berharap filmnya bakal semenakutkan The Conjuring atau minimal bikin gue parno seminggu setelahnya. Menurut gue faktor sukses atau tidaknya sebuah film bergantung pada seberapa parno orang setelah nonton filmnya.

Dengan berbekal popcorn rasa manis ukuran kecil, gue memberanikan diri nonton Annabelle sendirian. Pulang kerja, pas hampir maghrib di hari Jumat, gue mampir ke Djakarta Theatre dan di studio 1 gue memasrahkan diri gue. Apakah gue bakal pulang dengan wajah ketakutan dan parno kalau ngapa-ngapain atau justru gue bakal cekikikan nggak berhenti karena filmnya nggak serem – serem amat? Well, gue masuk ke studio dengan muka udah agak parno. Yang lain nonton sama gebetannya, gue sendirian. Pake baju abis kerja pulak! Huft. Lha gue kenapa jadi curhat gini yak -_-

MV5BMjM2MTYyMzk1OV5BMl5BanBnXkFtZTgwNDg2MjMyMjE@._V1_SX640_SY720_

Sinopsis

John Form (Ward Horton) akhirnya menemukan hadiah yang selama ini dicari oleh istrinya Mia (Annabelle Wallis). Boneka Annabelle sangat ditunggu Mia yang juga sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Di malam pertama boneka Annabelle berada dalam rumah pasangan muda ini, rumah mereka di serang oleh kelompok pemuja setan. Teror yang menyebakan darah tumpah dirumah tersebut. Kekuatan jahat kini berada dalam boneka dan mengincar John, Mia serta anak mereka yang baru saja lahir.

Review

Entah karena emang pengen menyegarkan ingatan penonton atau memang idenya berawal dari The Conjuring, Annabelle dibuka dengan 3 orang sekawan yang sedang curhat ke paranormal ternama. Yup, adegan pertama film The Conjuring menjadi pembuka film Annabelle pula. Lalu plot berganti ke sekitar setahun sebelumnya. Tinggallah Mia, mahmud alias mamah muda yang lagi hamil tua hidup bahagia bersama suaminya. Awalnya, kehidupan Mia dan suaminya baik – baik saja. Sampai suatu saat suaminya memberikan sebuah boneka kayu yang selama ini diidam-idamkan Mia. Dan pada malam harinya, tetangganya tewas dibunuh oleh anak mereka yang mengikuti sekte sesat. Disini, ceritanya makin nggak jelas karena nggak detail. Soal sekte sesat nggak dibahas mendalam, menurut gue ini jadi bikin penontonnya bingung sendiri. Boneka kayu kesayangan Mia justru direbut oleh si anak tetangga yang mengikuti sekte sesat. Singkat cerita keadaan makin rumit dan akhirnya si anak tetangga yang bernama Annabelle itu bunuh diri dengan memangku boneka kayu itu.

ANNABELLE

Setelah kejadian itu, si boneka kayu mulai bersikap aneh. Suka pindah – pindah tempat, menggerakkan kursi goyang dan yang paling parah saat dibuang ia kembali ada di rumah baru Mia. Semakin kesini, makin banyak penampakan makhluk gaib berwujud iblis hitam yang berusaha merebut nyawa Mia. Sempet klimaks, tapi jujur hantunya nggak serem. Kalau bukan karena popcorn dan sound effect yang ngagetinnya setengah mampus, gue pasti bakalan tidur selama film diputar. Nggak sesuai ekspektasi gue. Nggak semenarik The Conjuring, Cuma lumayan buat yang mau teriak – teriakan kaget sama sound effectnya, bukan karena hantu atau jalan ceritanya.

media_annabelle_20140717

Agak kecewa saat gue selesai nonton filmnya, seolah udah ketebak dari awal gimana ending filmnya. Sosok Annabelle yang selama ini ditakut – takutin seolah berubah biasa aja di film ini. Kecewa banget L Dan setelah gue selesai nonton, gue sempet denger di sebuah radio kalau aka nada sekuel Annabelle featuring Chucky! Siapa yang nggak kenal Chucky? Apakah Annabelle bakal jadi selingkuhannya Chucky? Secara Chucky dan Tiffany udah pacaran lama. Tapi Annabelle jahat banget yak jadi orang ketiga L anyway, semoga sekuelnya bener – bener ada dan nggak mengecewakan. Seenggaknya jadi obat kecewa karena ngerasa rugi beli tiket dan popcorn.

PS: Jangan berekspektasi atau baca review kalau belum nonton filmnya!

Rate: 5/10

Hackathon, Rangkaian Kompetisi IWIC Kegiatan CSR Indosat

Posted on

Pernah kepikiran nggak bagaimana rasanya menciptakan aplikasi selama kurang lebih 24 jam alias seharian saja? Satu kata yang terlontar dari saya adalah WOW! Dan ternyata itu bukan omong kosong belaka, Indosat sudah melakukan sebuah inovasi dengan mengadakan IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest). Program CSR (Corporate Social Responsibility) ini adalah tahun ke 8 namun baru kali ini perlombaan membuat aplikasi marathon dalam waktu 24 jam diadakan, kompetisi ini dinamai Hackathon.

Kompetisi bergengsi Hackathon ini diikuti oleh kurang lebih 130 peserta yang terbagi dalam beberapa tim. Tiap tim diisi oleh 1 hingga 4 orang peserta. Para penerus bangsa ini diwajibkan untuk memilih salah satu dan 3 kategori aplikasi yaitu: kategori komunikasi, lifestyle dan edukasi; kategori multimedia, games; kategori utilities (tools dan security). Hackathon dimulai dari hari Jumat 3 Oktober 2014 pada jam 16.30 dan berakhir pada hari Sabtu 4 Oktober 2014 di jam yang sama. Seluruh hasil aplikasi yang diciptakan oleh para start up muda Indonesia ini dinilai oleh para juri yang terdiri dari Tim Indosat yang diwakili oleh Fuad Fachroeddin, Group Head Corporate Communication Indosat; Founder Institute; Harukaedu serta tim dari Kompas Gramedia.

Setelah dilakukan serangkaian proses penjurian,akhirnya terpilih 3 tim yang terpilih sebagai pemenang Hackathon di tahun ini. Juara pertama dimenangkan oleh pasanganFirman Azhari dan Tera Harsa dari Bandung dengan judul aplikasi Light Me Up. Aplikasi ini dapat digunakan saat konser dan akan mewarnai tempat konser sesuai dengan warna yang diinginkan penggunanya. Juara kedua dimenangkan oleh Herdian Prakasa, Hendrawan dan Peterleon dengan judul aplikasi V Lens. Dan juara ketiga berjudul Helping Nurse yang dibuat oleh Gino dantimnya. Kriteria penjurian diantaranya adalah orisinilitas karya dan seberapa bermanfaatnya aplikasi tersebut bagi masyarakat.

20141004_194834sumber : dokumentasi pribadi

20141004_194740sumber : dokumentasi pribadi

20141004_194631sumber: dokumentasi pribadi

Jadi, berniat mengikuti kompetisi IWIC? Saat ini IWIC masih membuka pendaftaran ide – ide menarik seputar aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Informasi lebih lanjut bisa di cek di twitter @IndosatIWIC

Octobreast, Sebarkan Semangat Pita Pink Untuk Para Pejuang Kanker Payudara

Posted on

Warna pink memang identik dengan wanita dan feminisme. Saya sendiri cukup suka dengan warna pink, karena lembut dan terlihat sangat dekat dengan segala yang berbau kewanitaan. Tapi belakangan ini saya sering melihat lambang pita dengan warna pink bertebaran di beberapa mall dan tempat – tempat hiburan. Ternyata saya baru ingat, ini bulan Oktober dan bulan ini memang didedikasikan sebagai bulan peduli kanker payudara. Berarti bulan ini adalah bulan yang tepat untuk memberikan semangat positif dan kebahagiaan baru bagi para pejuang kanker payudara dan biasa disimbolkan dengan pink ribbon alias pita pink. Saya senang sekali saat mendapat undangan untuk meliput sebuah seremonial yang menjadi bagian dari perayaan Octobreast yang diselernggarakan oleh Graha Medika yang bekerjasama dengan blogdetik. Garda Medika adalah produk asuransi kesehatan dari asuransi Astra yang siap meng-cover segala jenis penyakit bagi para membernya. Selain itu, para blogger dan tamu undangan juga dapat berinteraksi langsung dengan para wanita survivor yang mampu bangkit dan mengalahkan kanker payudara dan kini telah kembali beraktifitas normal serta membangun sebuah komunitas/organisasi sosial bernama Love Pink.

08488a40bdefcd4190c91dd97bc8fa1d_dsc_2454Dr. Doddy Permadi – sumber: blogdetik

Dalam acara tersebut Dr. Doddy Parmadi mengatakan Kanker Payudara adalah kanker no 1 paling berbahaya dan terbesar di Indonesia dengan jumlah angka kejadian 26 / 100.000 dan banyak diantara berujung dengan kematian karena terlambat mendapat pertolongan. Karena pengobatan kanker payudara itu sendiri yang memang tidak murah, ada baiknya kita mengecek sendiri dengan melakukan SADARI. SADARI adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Cara – cara yang dapat dilakukan untuk deteksi dini penyakit kanker payudara yang bisa dilakukan saat mandi atau sebelum berpakaian seperti gambar berikut ini:

 sadari copysumber

  1. Angkat kedua tangan ke atas dan lihatlah bentuk dari payudara di cermin. Apabila bentuknya tidak simetris, puting masuk ke dalam atau terdapat tanda kemerahan dan bengkak di payudara segeralah memeriksakan diri ke dokter.
  2. Kembali menghadap cermin, letakkan kedua tangan di pinggang dan lihat bentuk payudara apakah simetris atau terdapat benjolan disalah satunya.
  3. Tekan payudara dari atas ke bawah seperti pada gambar dan rasakan apakah ada benjolan di sekitar payudara. Ingat, jangan hanya disentuh tapi ditekan untuk mengetahui apakah ada benjolan halus atau kecil di dalam payudara.
  4. Pijit atau tekan payudara dengan cara melingkar dan rasakan apakah ada benjolan di dalam payudaramu.
  5. Tekan payudara dari atas ke bawah dan bawah ke atas berpusat di area puting dan lihatlah apakah ada cairan yang keluar dari puting. Apabila ada, segeralah memeriksakan diri ke dokyer.
  6. Selain saat mandi, kamu juga bisa melakukan SADARI sambil tiduran, caranya dengan posisi berbaring lalu tekan kembali posisi payudara secara melingkar, biasanya dengan posisi seperti ini bentuk payudara yang tidak sesuai dan adanya benjolan di payudara lebih mudah diketahui.

Apabila setelah melakukan tindakan atau gerakan – gerakan di atas lalu ditemukan benjolan di sekitar payudara atau keluarnya cairan dari puting, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Apabila kamu takut, kamu bisa meminta bantuan tim Love Pink Indonesia. Para survivor akan membantu dan menemanimu selama proses pengobatan dan penyembuhan. Selain SADARI, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara, yaitu: Mammografi (pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan Sinar X dosis rendah); USG / Ultrasonografi ( hal ini direkomendasikan bagi para wanita yang berusia 35 tahun ke bawah); Biopsi dan masih banyak lagi teknik – teknik pemeriksaan yang bisa dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia, contohnya di RS. Awal Bros dan RS. Evasari di Jakarta.

951674f9e6f6251f51290c2b6acd3821_20141003193547Kiri mbak Shanti, Tengah mbak Heni dan Kanan Dr. Doddy (sumber)

Mengingat tidak murahnya biaya penyembuhan penyakit mematikan ini, para survivor di Love Pink Indonesia memberikan beberapa tips bagi para wanita karier atau ibu rumah tangga yang sampai saat ini masih takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Menurut mbak Heni Risakotta, wanita Indonesia harus berani menghadapi segala sesuatunya sekalipun yang terburuk. Baginya, dukungan keluarga dan teman – temannya memberikan kekuatan tersendiri untuk terus berjuang mengalahkan kanker payudara yang dideritanya pada tahun 2011 dan mengakibatkan ia harus merelakan payudara sebelah kirinya diangkat total. Berbeda dengan mbak Heni, menurut mbak Shanti Rosa Persada yang juga salah satu survivor Love Pink Indonesia, menerima kenyataan, ikhlas dan terus berusaha adalah kunci kesembuhannya. Ia percaya bahwa sekarang bukan saatnya ia harus mengalah pada kanker tapi sekarang adalah saatnya untuk terus berjuang demi keluarga dan buah hatinya.

914920b4e8b3b7ccc8d9c643a89ba744_dsc_2448

Pak L. Iwan Pranoto dari Asuransi Astra (sumber)

Pada kesempatan wokshop seputar Garda Medika dan Octobreast hari Jumat lalu, saya mendapat banyak informasi seputar penyakit kanker yang menjadi pembunuh no 1 paling mematikan bagi wanita di dunia ini. Sekarang saya seperti harus lebih ekstra peduli pada diri sendiri, bukan hanya menjalankan program hidup sehat, saya juga harus lebih sering mengajak interaksi tubuh saya sendiri. Selain itu, saya juga harus melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mengantisipasi penyakit kanker payudara :

  1. Gunakan asuransi kesehatan. Terlihat sepele namun ini adalah utamanya. Seperti yang dialami mbak Heni, di tahun 2011 ia harus melakukan serangkaian operasi dan kemoterapi demi kesembuhannya dan itu tidaklah murah. Beruntunglah beliau yang sudah menjadi anggota asuransi kesehatan dan setengah lebih biaya pengobatannya ter-cover oleh asuransi kesehatannya. Dalam sesi tanya jawab kemarin, pihak dari Asuransi Garda Medika mengaku akan meng-cover semua biaya pengobatan kanker sesuai dengan premi bulanan yang dibayarkan. Sayang, untuk sementara Garda Medika tidak melayani retail alias hanya melayani korporat. Saya langsung mencari cara gimana caranya kantor saya menggunakan Garda Medika. Karena asuransi kesehatan ini adalah bagian dari Asuransi Astra yang sudah tak diragukan lagi karena sudah mendapat berbagai macam penghargaan seperti Platinum – Indonesia Best Brand Award (2002 – 2014), Top Brand Award (2007 – 2014), Service Quality (2007 – 2014) dan masih banyak lagi penghargaan yang sudah tidak diragukan lagi. Hebatnya lagi, asuransi Garda Medika meng-cover beberapa tindakan medis yang jarang diasuransikan di perusahaan – perusahaan, seperti gigi dan mata. Serius, jadi pengen deketin HRD dan suruh ganti asuransi ke Garda Medika :P
  2. Konsultasikan dengan dokter yang berpengalaman di bidang kanker, agar segala tindakan yang dilakukan baik itu deteksi dini, penyembuhan dan pemulihan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Browsing! Internet saat ini menjawab apapun informasi yang dibutuhkan manusia. Sering – seringlah mencari informasi seputar gejala dan tanda – tanda penyakit kanker payudara untuk deteksi dini
  4. Melakukan pola hidup sehat dengan mengurangi stress, makan makanan sehat / organik, tidak merokok, tidak minum minuman keras , rajin berolahraga dan luangkan waktu berkumpul bersama keluarga.
  5. Yang terakhir dan terpenting adalah selalu berdoa dan ikhlas pada kenyataan yang ada. Saya selalu ingat sebuah pesan bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan dan ujian melebihi kemampuan umatnya. Maka saya percaya bahwa segala penyakit yang diberikan pasti bisa disembuhkan selama kita berusaha, berdoa dan berikhtiar.

Acara workshop penuh manfaat kemarin diakhiri dengan berfoto bersama seluruh blogger, tim dari blogdetik, Garda Medika dan survivor dari Love Pink Indonesia dengan menggunakan gelang berwarna pink!

ab91de89797f3279923cd548c4b907f6_gelang-pink-2Cheers! (sumber)

Bagi teman – teman yang ingin tahu lebih banyak soal kanker payudara, asuransi Garda Medika dan Love Pink ID, ayo ikutan event besar Jakarta Goes Pink yang akan diselenggarakan pada hari Minggu 12 Oktober 2014 start di Plaza Indonesia dan berakhir Balai Kota Jakarta dengan kurang lebih 3000 peserta yang peduli dengan kanker payudara akan membuat Jakarta berubah menjadi lautan pink! Sayangnya, pendaftarannya sudah ditutup karena kelebihan kapasitas, tapi untuk yang masih peduli dan mau ikut seru – seruan dalam acara ini masih diperbolehkan hadir dengan dresscode serba pink! Mau ikutan? Cek informasi selengkapnya di: http://www.jakartagoespink.com/ atau cek website Love Pink Indonesia di www.lovepinkindonesia.org dan twitter mereka di @lovepinkID atau kunjungi website Asuransi Astra di www.asuransiastra.com dan twitter @GardaOto.

Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi kita semua. Ayo support dan sebarkan semangat positif bagi para wanita yang berjuang melawan kanker payudara. Yakinkan bahwa mereka bisa sembuh dan kembali beraktifitas kembali seperti semula. Semangat ladies!

Ini Yang Bakal Gue Lakuin Kalau Internet Di Dunia Ini Mati

“Apa yang terjadi di hidupku seandainya internet mati?”

Gue pernah memikirkan hal ini, setahun lalu saat gue mulai masuk ketahun kedua di dunia digital. Kerja sebagai Social Media Specialist ternyata ngebuat gue seakan nggak bisa hidup tanpa internet. Awalnya gue nggak pernah nyangka harus jadi pecandu internet, ternyata disinilah passion gue. Walaupun kenyataannya gue pernah bercita – cita jadi seorang penulis novel, atau minimal teenlit. Kebiasaan gue dijejelin novel dan teenlit dari kecil ngebuat gue punya mimpi buat mewujudkannya. Tapi setelah gue lulus kuliah, semuanya udah kayak khayalan doang. Apalagi gue sekarang udah suka sama kerjaan gue saat ini.

Dan akhirnya kalau nyatanya internet hanya cuma kenangan, dan kita kembali hidup di era buta digital, gue akan memutuskan menjadi penulis. Walaupun nantinya karya gue bakal ditolak mentah – mentah sama penerbit, ataupun kalau terbit nggak ada yang beli, gue akan tetap menulis. Karena jujur sampai detik ini bab novel gue nggak pernah bergeser dari tulisan bab 2. Mentok! Dengan alesan banyak kerjaan dan kenyataannya emang begitu, novel – novel yang gue impikan tak kunjung selesai diketik. Setidaknya kalau internet beneran mati, gue nggak ada alasan sibuk lagi.

Kalau nyatanya novel karya gue bener – bener ditolak pasaran, oke gue nyerah. Mungkin saatnya gue jadi penulis yang mulai semuanya dari bawah. Menulis cerpen buat majalah atau mepet – mepet gue jadi jurnalis. Toh sama – sama jadi penulis, kan? Intinya, kalau internet di dunia ini mati, gue akan jadi penulis. Apapun titel di belakang kata penulis, gue akan tetap jadi penulis.

– tulisan ini diikutsertakan dalam #miniwritingproject Benzbara :)

[REVIEW] Hercules 3D, Bukan Film Action Biasa

Finally, gue dapet undangan screening dari AnakNonton karena menang kuis yang mereka adain. Untungnya, salah satu temen gue (Dhiko), juga menang kuis ini so gue nggak sendirian banget nontonnya. Perjalanan menuju tempat screening di XXI Plaza Indonesia sore itu macet parah. Gue harus ngerogoh kocek sekitar 70rb untuk naik taksi dari kantor yang lokasinya di Wr. Buncit. Pfffttt. Tapi semua kebayar karena ini screening, jadi gue merasa beruntung jadi salah satu orang biasa yang pertama nonton Hercules di Indonesia. Yeay! *joget-joget*

hercules_ver2_xlg

Hal yang pertama kali bikin gue excited nonton film ini adalah Dwayne Johnson sebagai pemeran Hercules. Ihiy, ngeliatin otot si mas Dwayne bikin jantung mau copot :3 dan ternyata filmnya seru abis! Sebelum baca review gue, nih gue kasih sinopsisnya:

Setelah melegenda selama 12 tahun, Hercules, yang diyakini memiliki jiwa setengah dewa Yunani (Zeus), memilih hidup sebagai pahlawan bayaran saat raja Thrace dan putrinya mencari bantuan untuk mengalahkan panglima perang tirani.

Review:

Film bergenre action – adventure yang berdurasi 98 menit ini nggak hanya menampilkan adegan – adegan kekerasan. Walaupun gue percaya bahwa film ini memang ditujukan untuk penonton dewasa tapi kehadiran para pengikut setia Hercules justru menambah sisi – sisi humor dan menyentuh di bagian – bagian penting filmnya. Contohnya si matre Autolycus yang diperankan oleh Rufus Sewell, si manusia setengah hewan Tydeus yang tak bisa bicara dan diperankan oleh Aksel Hennie, si cantik namun jago memanah si Atalanta yang diperankan oleh Ingrid Bolso Berdal, dan ada seorang keponakan Hercules yang gue lupa namanya. Dia jago cerita tentang legenda Hercules walaupun 80% dari ceritanya itu lebay.

Hercules-Featured

Hercules emang udah jadi legenda dari gue kecil kalau dia itu emang kuat banget dan nggak ada satu orangpun yang bisa membunuh dia kecuali para dewa. Tentu aja, di film ini adegan kekerasan nggak tanggung – tanggung. Gue saranin untuk yang punya phobia sama darah dan nggak suka sama adegan kekerasan yang kacau banget mending nggak usah nonton deh. Ciyus!

123a

Satu hal pelajaran yang gue petik dari film ini, kita jangan mudah percaya sama orang yang baru kita kenal. Apalagi kalau dia minta tolong dengan imbalan yang gede banget. Ngebantu orang itu nggak harus pake imbalan kan? Hal itu juga yang membuat Hercules sadar. Awalnya dia membantu raja Cotys namun setelah ia menyadari ada yang salah akhirnya ia berupaya agar raja Cotys lengser. Kenapa? Nonton aja filmnya :P

Rate: 8/10

Hello I am Mozillian, Volunteer Mozilla Kopdar Di Jakarta

Jum’at, 29 Agustus lalu gue dapet undangan dari Mozilla Community Indonesia. Sebagai cewek yang pengen banget melek perkembangan IT dan socmed di Indonesia, gue nggak sia – siain kesempatan emas itu (beuh dramatisir abis). Dan bener aja, kesempatan yang nggak datang dua kali itu ternyata didatengin sama Gen Kanai, Director of Asia Community Engagement Mozilla. Pria tampan asal Jepang ini membagi – bagikan ilmu seputar Mozilla Community. Selain Gen, ada juga si cantik Michelle Thorne yang merupakan Global Strategist nya Mozilla Webmaker Mentor Team. Doi juga dateng langsung dari Jerman untuk bagi – bagi ilmu seputar Mozilla.

10645048_10202635272624798_6477499222831776624_n

Michelle Thorne lagi ngasih materi seputar Webmaker

 

10351385_10202635255104360_7171312798189767425_n

Gen Kanai, lagi say hello sama Volunteer asal Indonesia

Malam itu suasana Cafe Eatology di daerah Sabang Jakarta Pusat berubah riuh saat para Mozilla Volunteers asal Indonesia mengadakan mini games. Mungkin sebenarnya bukan games, tapi pengetahuan dasar tentang aplikasi kepunyaan Mozilla dan cara ikutan jadi volunteer di Mozilla. FYI, ternyata Mozilla belum ada kantor di Jakarta dan para volunteer dengan suka rela membagikan ilmu seputar Mozilla. Biasanya para volunteer ini punya visi misi dan kepedulian yang sama. Mereka peduli sama kondisi internet dan segala yang berhubungan dengan dunia maya di Indonesia.

Apa aja sih yang dipunyain sama Mozilla? Organisas non profit ini ternyata punya segudang aplikasi yang memudahkan kita dalam mengerjakan hal – hal yang berhubungan dengan internet! Nih gue kasih jelasnya ya!

  1. Mozilla Webmaker

Webmaker adalah aplikasi buatan Mozilla yang gunanya mempermudah kita untuk memahami apa yang ada dalam sebuah website. Sayangnya, gue nggak sempat foto webmaker yang diajarin sama Michelle karena terlalu fokus ngedengerin step by step penjelasannya. Intinya, dengan webmaker kita bisa mengubah tampilan sebuah web sederhana sesuai dengan keinginan kita. Webmaker sering dipakai para remaja di luar negeri untuk memudahkan para orang tuanya mengakses internet. Lo bisa pelajari aplikasi berguna ini dengan mengunduhnya di https://webmaker.org/

 

  1. Mozilla Student Ambassadors

Nah buat para mahasiswa atau alumni atau siapapun yang mau berkontribusi untuk kampusnya bisa menjadi Mozilla Student Ambassadors! Kegunaannya, lo bisa jadi wakil Mozilla di kampus lo dan kemungkinan lo diikutsertakan di setiap meeting atau event2 seru yang diadain Mozilla di Indonesia atau di luar negeri. Tertarik? Baca info lebih lanjutnya di https://wiki.mozilla.org/StudentAmbassadors

 

  1. Mozilla Add Ons

Bosen sama iklan yang ada di halaman web favorit lo? Pake add ons ajaaaaa! Ini ilmu penting banget yang baru gue tahu. Jadi, klik https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/ dan klik Adblock Plus di bagian MOST POPULAR. Apps ini bakal ngebantu lo membasmi iklan – iklan menyebalkan di web yang lo buka.

 add on 1add ons 2

Contoh tampilan browser yang nggak pakai apps block ads

add ons 3

Tampilan browser setelah dipakaikan apps block ads

Dengan memakai apps block ads, lo bisa mengurangi pemakaian kuota akibat iklan yang sifatnya animasi/flash.

 

  1. SUMO a.k.a Support Mozilla

Jangan ngaku lo jago IT kalau belum join SUMO. Why? Dengan bergabung di komunitas SUMO lo bisa ngebantuin orang yang mengalami kesulitan menggunakan Mozilla. Sekalian nambah teman sekalian nambah pahala kan? Caranya lo buka link https://support.mozilla.org/en-US/ dan klik Volunteer For Mozilla Support. Lo bisa jadi Army di twitter, forum atau menulis artikel seputar masalah – masalah yang sering jadi kendala selama menggunakan Mozilla. Atau kalau lo bisa menggunakan berbagai macam bahasa, lo bisa membantu men-translate berbagai macam keluhan seputar Mozilla ke dalam bahasa yang lo kuasai.

 sumo

  1. WOMOZ a.k.a Woman and Mozilla

Komunitas ini dibuat karena Mozilla peduli terhadap wanita di seluruh dunia. Gunanya komunitas ini para wanita pengguna Mozilla bisa saling berinteraksi, bertukar pikiran atau sekedar diskusi serta sharing seputar Mozilla atau seputar wanita. Buat lo yang concern di dunia kewanitaan, lo mesti join karena komunitas ini seru banget lho! Isinya para wanita yang berasal dari berbagai latar belakang, suku dan budaya. Penasaran? Mungkin bisa baca – baca https://wiki.mozilla.org/WoMoz untuk info lebih lengkapnya.

 

  1. Mozilla Firefox OS

Mozilla Firefox kayaknya udah jadi salah satu web browser wajib dipunyai di PC ya? Karena mudah digunakan dan banyak fitur yang helpful banget nggak heran Firefox di Indonesia berkembang pesat. Sekitar 80% pengguna internet menggunakan Firefox sebagai browsernya. Dan kabar baiknya sebentar lagi akan ada Mozilla Firefox OS. Firefox OS ini akan ditanam di dalam sebuah smartphone. Bedanya OS ini dengan yang lain adalah bahasa pemrogragamannya menggunakan HTML. Jadi, buat yang suka utak – atik web atau HTML pasti excited banget nungguin launchingnya OS ini. Gue juga sih :P sayangnya kita kudu agak sabar karena belum ada waktu pasti kapan mulai launching di Indonesia.

os

 

Sebenernya masih ada segudang aplikasi berguna dari Mozilla yang ngebantu kita banget lho! Sayangnya dalam sesi yang cuma sekitar 2 jam itu kita belum bisa mengupas lebih jauh. Tapi so far ilmunya berguna banget bagi para internet user. Oh ya, di event itu para blogger dan tamu undangan juga dapet souvenir khas dari Mozilla lho! Gue dapet handband dan KUMI! Kumi itu berupa paper toy yang harus kita susun supaya menjadi bentuk utuhnya Kumi. Sayangnya, gue belum sempet ngebuat sampai selesai. Hiks T_T

Processed with VSCOcam with f2 presetProcessed with VSCOcam

Pokoknya event #MozKopdarJKT malam itu memberikan banyak informasi dan ilmu yang berguna banget buat gue. Semoga ada kopdar lainnya yang materinya jauh lebih banyak dan lebih seru. Anyway, I’m Putri and I’m Mozillian :)

10524668_10202635812598297_8166705914819509653_n

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,745 other followers