Belajar Jadi Orang Berpengaruh Di Social Media, Yuk!

Dewasa ini, social media sudah menjadi teman bahkan mata pencaharian bagi banyak orang. Nggak heran, Indonesia masuk ke TOP 5 pengguna Social Media di dunia. Segala jenis berita, informasi bahkan kejadian – kejadian yang terjadi di dunia bisa dengan mudah kita baca dari social media. Bahkan, kita bisa menjadi reporter atau narasumber dari sebuah berita yang kita sebar dan bagikan di social media. Beruntunglah saya saat acara tahunan para insan social media yang dikenal dengan nama Social Media Week 2015. Bertempat di Auditorium Pacific Place Jakarta, saya menghadiri workshop How To Be Impactful in Social Media yang diadakan oleh Young On Top hari Jumat, 27 Februari lalu.

Continue reading

Inspirasi Make Up Untuk Nge Date Dengan Pasangan

Kata orang, bulan Februari adalah bulan penuh cinta karena ada yang merayakan hari kasih sayang di bulan ini. Bagi saya, semua bulan adalah bulan penuh cinta. Bedanya, di Februari kali ini si pacar yang berdomisili di Jogjakarta berkunjung ke Jakarta untuk menengok permaisurinya. Uhuk. Berhubung jarang ketemu, bolehlah saya kali ini berdandan agar tampil maksimal menjamu doi. Apalagi tanggal 16 kemarin kami merayakan hari jadi yang ke 4 tahun (lebih sebulan). Harusnya sih anniversary kami setiap tanggal 16 Januari, tapi karena baru bisa ketemunya bulan Februari ya nggak apa – apa lah.

Continue reading

Ini Cara Jadi Chef Kebanggaan Indonesia

Masak, kata kerja yang mestinya kudu dan wajib dikuasai para wanita di dunia. Baik yang sudah menikah ataupun yang masih betah menyendiri. Kenyataannya, dewasa ini masak memasak bukannya pekerjaan yang identik dengan wanita saja. Sudah banyak buktinya kalau para lelaki juga jago memainkan penggorengan, pisau, sendok, wajan, telenan dan lain – lainnya untuk mengolah hingga menyajikan sebuah karya yang mengundang rasa lapar datang tiba – tiba, sebutlah ia makanan. Seperti pacar saya yang menghabiskan masa liburan di Jakarta dengan masak hingga menciptakan beberapa porsi Spaghetti Creamy Garlic Celery yang yummy dan endeus abis. Atau Nenek saya yang emang udah nggak diragukan lagi keahliannya mengolah bahan – bahan makanan menjadi makanan terenak di dunia yang selalu saya makan hingga saya tumbuh subur seperti ini :’)

Continue reading

Backpacker ala PutriKPM – Goes To Bandung Part 4 (Salah Tiket Kereta)

14 FEB – DAY 3
Entah kenapa di hari terakhir di Bandung saya justru bisa tidur nyenyak. Bahkan baru bangun setelah alarm di henpon pacar berbunyi. Jam 7 pagi, pacar langsung buru – buru mandi. Rencananya jam 10 kami akan jalan kaki ke ST. Hall alias Stasiun Bandung sambil melewati Kartika Sari dan akan mampir untuk membeli oleh – oleh untuk teman – teman blogger. Saya niat beli karena besoknya akan bertemu dengan teman – teman di 2 acara blogger sekaligus. Rasa ngantuk ternyata masih menggelayuti saya pagi itu. Pacar sudah wangi dan rapih jail sedangkan saya masih selimutan di kasur. Setelah diomelin, barulah saya mandi jam 8 pagi. Sarapan roti dan selai coklat (yang dibeli di PVJ kemarin). Tapi kayaknya perut raksasa saya masih belum kenyang dan ngidam nasi uduk hangat. Maka jam setengah 10 pagi kami check out hotel dan segera menuju ke ST. Hall sambil berharap bertemu tempat sarapan yang pas.
Continue reading

Manfaat Twitteran: Mulai Dari Job Berbayar Hingga Punya Pacar

Dari mulai SMP di tahun 2007an, saya memang mulai mengenal dunia maya karena memiliki beberapa akun social media yang lagi happening saat itu. Sebut saja Facebook, Koprol, Friendster dan ada satu lagi nama socmed yang sama lupa. Singkat kata, pertama kali punya Friendster saya itu alay. Dikasih glitter disana – sini, komennya dimoderasi dan hanya menampilkan komen dari orang – orang terdekat atau dari gebetan aja dan nuansa background-nya ala – ala anak emo. Di jaman itu sih, saya yakin Friendster saya paling up to date bahkan saya selalu utak – utik Friendster setiap hari. Setahun kemudian saya mulai memasuki dunia per-Facebook-an, berawal saat kakak ketemu gede saya membuatkan akun Facebook pertama saya. Rasa mulai eksis sudah merasuki saya, setiap hari hobinya ke warnet buat posting foto dan add banyak orang, bahkan yang nggak saya kenal. Setelah itu mulai join di MiRC dan Koprol, 2 socmed ini berfungsi jadi ajang chatting saya dengan teman – teman baru. Nggak jarang saya juga menemui beberapa bule ‘nakal’ yang mencari mangsa di aplikasi chat itu.

Continue reading

[REVIEW MAKE UP] Jatuh Cinta Pada Color Trend 2015 Sariayu Inspirasi Papua

Dandan atau bahasa gaulnya ber-make up ria, adalah kegiatan favorit saya sehari – hari. Selain untuk mempercantik diri, merias wajah saya yang lucu ini adalah obat sakit hati ter-mujarab bagi saya. Nah baru – baru ini saya lagi jatuh cinta sama Color Trend 2015 yang dikeluarkan oleh Sariayu dengan tema Inspirasi PAPUA The Colors Of Asia. Sariayu sendiri memang mengeluarkan tren warna tiap tahunnya, namun kali ini mengangkat hijau dan indahnya warna – warna dari timur Indonesia. Pernah denger dong tentang indahnya Raja Ampat atau cantiknya bulu Burung Cendrawasih? Nah keindahan warna – warna itu dituangkan Sariayu dalam bentuk make up yang terdiri dari Eye Shadow, Duo Lipstick, Eye Liner Pencil, dan Mascara. Kali ini, saya bakalan mereview detail dari varian Sariayu Inspirasi Papua yang lagi hot – hotnya dibicarain sama beauty bloggers di Indonesia.

SAM_8458
Paket lengkap Color Trend 2015 Sariayu Inspirasi Papua The Colors Of Asia

Continue reading

Backpacker Ala PutriKPM Goes To Bandung Part 3

PS: Baca cerita seru Backpacker ala PutriKPM hari pertama disini dan hari kedua disini!

 13 Feb – Day 2 (lanjutan)

Karena perut yang semakin krucuk – krucuk, akhirnya saya dan pacar memutuskan untuk mampir ke PVJ (Paris Van Java) untuk mencari makan sekaligus jalan – jalan dan cari cemilan. Dari De’ Ranch, kami berjalan kaki kea rah jalan raya dan kembali menaiki angkot krem seperti awal berangkat. Ternyata jalur si angkot krem ini memutar, jadi PP ST. Hall – Lembang sama seperti jalur Lembang – ST. Hall. Asyik mengobrol sana sini, akhirnya pak supir menyuruh kami untuk turun dan ganti angkot berwarna biru tua. Kami mengikuti arahan si pak supir dan membayar ongkos 12ribu rupiah. Lalu kami menaiki angkot biru tua yang sudah stand by di samping angkot krem. Baru sekitar 10 menit, angkot biru tua ini berhenti di pertigaan dan supirnya menyuruh kami ganti angkot lagi. Katanya bisa naik angkot kuning ataupun hijau. Kami manggut – manggut setelah membayar ongkos 6ribu rupiah. Jujur, saya nggak tau harga ongkos di Bandung jadi saya menyamaratakan dengan harga ongkos di Jakarta. Toh si supir nggak pernah komplain dengan ongkos yang saya kasih. Sekitar 5 menit kemudian ada angkot berwarna kuning, setelah kami tanya kata si supir angkot ini lewat PVJ. Benar saja, baru sekitar 5 menit kami duduk di angkot kuning ternyata PVJ sudah terlihat di sebelah kiri.

Continue reading