And I Said, I Do!

Sebenernya kemarin nggak mau umbar – umbar cerita bahagia yang satu ini, cuma kok kayaknya sayang aja kalau berita bahagia kok disimpen sendiri. Semuanya berawal saat saya dan Odi bareng teman – teman BlogHolic berlibur ke Bali. Entah kenapa saat terbang dari Jakarta menuju Bali, Odi tiba – tiba sesak napas. Dadanya terasa nyeri dan dia susah banget buat napas. Saya jadi panik sendiri karena waktu itu di Bali udah lumayan malam, sekitar jam 8an kalau saya nggak salah. Saya akan ceritain apa yang terjadi sama Odi dan bagaimana saya merawatnya di postingan selanjutnya.

Continue reading “And I Said, I Do!”

Memilih Hotel Yang Nyaman Ala Koper Dengan Budget Ransel

Minggu lalu akhirnya saya dan Odi liburan dadakan ke Bali. Kenapa dadakan? Karena beli tiketnya sekitar sebulan sebelum berangkat dan setelah beli tiket kita berdua bingung karena belum booking kamar hotel. Dan budget kami pun nggak banyak. Perhitungan kami, untuk penginapan selama 3 hari 2 malam nggak sampai sejuta. Padahal saya dan Odi termasuk orang yang ribet banget. Maunya nginep di budget hotel yang nyaman, lengkap dengan fasilitas kolam renang dan sarapan ala orang bule. Tapi emang bisa dapet kamar penginapan di Bali yang senyaman ala koper dengan budget ransel?

Continue reading “Memilih Hotel Yang Nyaman Ala Koper Dengan Budget Ransel”

Social Media dan Saya

 

trail_ranger_specimen-06-o

Setelah 2 minggu nggak curhat di blog, rasanya ada segudang cerita dan perasaan yang pengen saya tulis hari ini. Thanks to seluruh deadline yang datengnya berbarengan huhuhu. Dan entah kenapa, dari semalam saya kepikiran soal hubungan saya dengan social media. Apalagi sekarang lagi hot – hotnya soal Path yang under-maintenance. Seluruh jagat media sosial lainnya dipenuhi keluhan para pengguna Path karena nggak bisa nge-post, malahan beberapa diantaranya ke-log out sendiri. Dan diantara yang Path-nya ke-log out sendiri itu ada yang uring – uringan, karena lupa password Pathnya sendiri hihihi. Ive been there too! Saya kenal social media dari 9 tahun yang lalu, pas masih berseragam putih biru.

Continue reading “Social Media dan Saya”

Tahun Ke-Empat, Mempertahankan Bukan Membiarkan

tahun keempat

Rasanya udah beberapa minggu saya vakum menulis Jumat Curhat. Kangen pengen curhat dan melampiaskan perasaan saya di blog ini. Makanya saya kepikiran buat nulis perjalanan hubungan saya dan Odi di tahun ke-empat, 2015 kemarin. Tapi, nggak mau nulis yang bagus – bagusnya aja. Soalnya tahun lalu malahan banyak ributnya hahaha. Ini beneran curhat securhat – curhatnya anak LDR yang mulai bingung hubungannya mau diapain dan digimanain.

Continue reading “Tahun Ke-Empat, Mempertahankan Bukan Membiarkan”

Tentang Resolusi Dan Kategori Baru

resolusi putrikpm

Akhirnya postingan ini jadi postingan terakhir saya di tahun 2015. Resolusi – resolusi di tahun 2016 sudah mulai berkembang biak di kepala. Banyak rencana – rencana yang sudah disusun, dan semoga memang benar – benar kesampaian. Walaupun memang, mewujudkan harapan dan keinginan nggak semudah memimpikan dan menyusunnya dalam kepala. Di tahun – tahun sebelumnya, Alhamdulillah sudah ada banyak pencapaian bahkan yang melebihi ekspektasi saya. Makanya di tahun yang baru ini perasaan dan pikiran saya seolah berharap saya harus lebih baik dan lebih hebat lagi. Harus.

Continue reading “Tentang Resolusi Dan Kategori Baru”

Tips Awet LDR-an

SAM_8339 copySebenernya nggak cuma hari Jumat aja sih saya curhatnya, hampir tiap hari malah muehehehehe. Tapi kan kalo isi blog ini semuanya curhatan menye – menye saya, lama – lama pembaca setia saya kabur semua. *sok femes* HAHAHA. Karena katanya (((katanya))) hari Jumat itu hari baik, jadi saya mau curhat membabi buta di blog ini tiap Jumat. So, mulai dari Jumat ini sampai saya bosen *hahaha* kalian bakalan nemuin postingan #JumatCurhat saya di blog ini.

Berhubung hari ini adalah hari jadian saya sama Odi, jadilah postingan pertama #JumatCurhat saya dedikasikan buat para pasangan LDR (long distance relationship) beda kota, beda daerah, beda negara, asalkan nggak beda agama ya gaes. Saya nggak berani utak – utik perasaan yang beda agama deh. Takut :’)

Continue reading “Tips Awet LDR-an”

Kata Dokter, Saya Positif Appendicitis

Nggak pernah kepikiran sedikit pun kalau saya harus menjalani operasi. Sekitar 3 minggu lalu, saya harus masuk Instalasi Gawat Darurat karena perut kanan bagian bawah sakit dan nyeri nggak ketolongan. Berawal dari sakit yang saya kira cuma nyeri haid biasa, ternyata malah bikin saya harus ngabisin belasan botol infusan. Pengalaman yang ngebuat saya sadar bahwa sehat itu mahal, dan kayak morning call buat saya buat semakin sayang sama tubuh saya sendiri. Ternyata begini toh rasanya sakit appendicitis.

wpid-2015-08-30-03.12.11-1.jpg.jpeg

Continue reading “Kata Dokter, Saya Positif Appendicitis”

I’M A PROUD GIRLFRIEND

Sebenarnya, postingan ini diposting sebulan lalu, tepat di ulang tahun pacarku. Cuma sayang, ada berbagai deadline dan tuntutan pekerjaan yang ngebuat postingan ini ketunda – tunda terus. Postingan ini bersifat curhatan, luapan perasaan dan kebanggaan tapi nggak dibuat – buat ya. Ini murni karena sesuai seperti yang aku rasain selama 4 tahun menjelang ke-5 tahun pacaran kami. Kenapa judulnya bangga? Iya, karena aku terlalu bangga sama Odi. Aku dan Odi LDR alias Long Distance Relationship, hubungan kami terpisah jarak sekitar 500 kilometer labih. Jakarta – Jogja, kayaknya sepele karena masih ada di pulau yang sama, memandang langit yang sama, dan masih dalam satu waktu yang sama.

Continue reading “I’M A PROUD GIRLFRIEND”

Sepotong Cerita Dari Warung Tenda Bu Laksmi

“Bu, dadanya satu ya, pakai nasi biasa sama teh manis anget. Kamu apa, sya?”

“Kayak biasa aja.” Rasya menjawab singkat dan dingin.

“Mmm…” Doni berfikir sejenak, takut kalau ingatannya tak membantu mendinginkan keadaan dan akhirnya Rasya makin cemberut. “Pahanya satu lagi ya, bu!” Doni kembali berfikir mengingat nasi dan minuman yang biasa dipesan Rasya. “Nasinya uduk, minumannya es jeruk tapi jangan manis – manis soalnya kata pacar saya cuma saya yang manis banget.”

Rasya menahan tawanya, namun sepertinya Doni menyadari gerakan tubuhnya. Sambil mengusap mesra rambut wanita yang dicintainya, Doni menatap wajah Rasya.

“Kamu jelek Sya kalo cemberut gitu.” ujar Doni memelas. Namun suaranya terdengar sungguh – sungguh.

Continue reading “Sepotong Cerita Dari Warung Tenda Bu Laksmi”